Polsek Hamparan Perak Diserang

Dinihari yang sunyi berubah heboh ketika 12-15 orang menyerbu Mapolsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut. Mereka tampak piawai menggunakan senjata.

Spekulasi pun bermunculan. Misalnya, mereka terkait kelompok terorisme yang akhir pekan ini digulung Densus 88. Ada juga yang berspekulasi bahwa penyerangan itu terkait insiden penerobosan Densus 88 di Area Delta Bandara Polonia yang dijaga personel Lanud TNI AU Medan.

Mabes Polri membenarkan spekulasi yang pertama dan menyangkal yang kedua. "Tidak, bukan itu. Kalaupun ada berantem, itu berantemnya perorangan karena masalah tertentu. Bukan begini," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Polisi Iskandar Hasan kepada detikcom, Rabu (22/9/2010).

Meskipun orang-orang tak dikenal itu merupakan orang terlatih dalam menggunakan senjata api, namun bukan berarti berasal dari kalangan TNI. "Itu orang terlatih. Terukur dan direncanakan. Mereka musuh bersama," lanjut Iskandar.

Akibat pernyerbuan orang tak dikenal itu, sejumlah kaca depan Mapolsek pecah dan beberapa tembok tampak bekas gosong. 30-an selongsong peluru dari 3 kaliber ditemukan di sekitar lokasi.

Tiga anggota Polsek Hamparan Perak tewas ditembak kelompok bersenjata saat sedang bertugas di kantornya. Ketiga korban adalah  Bripka Riswandi, Aipda Deto Sutejo dan Aiptu B Sinulingga. Sedang satu polisi selamat karena sedang berada di dalam ruangan.

Seperti diketahui, Hamparan Perak adalah salah satu wilayah penggerebekan tersangka teroris oleh Densus 88 di Sumut. Dari wilayah itu, Densus berhasil menangkap tiga dari 19 tersangka teroris, yakni Marwan alias Wakno alias Wakgeng (39), Kasman Hadiyono alias Yono (43) dan Surya Saputra.

3 Jenis selongsong peluru ditemukan di lokasi penembakan Polsek Hamparan Perak, Medan. Dari peluru yang ditemukan tersebut, pelaku penembakan diduga menggunakan senjata AK-47 atau AK-56, senjata SS1 atau M-16, dan pistol jenis FN.

"Senjata kita nggak tahu. Tapi ukurannya dari selongsongnya di TKP kita temukan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Baharudin Djafar saat dihubungi detikcom, Rabu (22/9/2010).

Baharudin mengatakan, 3 jenis peluru yang ditemukan polisi di TKP yakni jenis pertama berukuran 762 milimeter yang biasa digunakan untuk AK-47 atau AK-56, jenis kedua berukuran 556 milimeter yang biasa digunakan untuk senjata SS1 atau M-16, dan jenis lainnya berukuran 9 milimeter yang biasa digunakan pistol jenis FN.

"Kita masih otopsi lagi korban siapa dan kena peluru dari senjata yang mana saja," ungkapnya.


Sumber: detikNews.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Search

Archives

Statistik

My Ping in TotalPing.com